B. Pemanfaatan Tanah Galian-C menjadi Pupuk Phophat

Authors

  • Bambang Poedjojono WR Supratman University
  • Suhadi . WR Supratman University
  • Agus F. WR Supratman University

Abstract

Pada tahun pertama telah dilakukan penelitian dengan menggunakan batuan pospat dengan
kadar phosphat rendah, menjadi pupuk phosphat dengan kadar tinggi, tetapi
permasalahannya adalah pupuk tersebut masih setengah jadi, masih memerlukan
pengeringan. Pengeringan adalah suatu peristiwa perpindahan massa dan energi yang terjadi
dalam pemisahan cairan atau kelembaban dari suatu bahan sampai batas kandungan air yang
ditentukan dengan menggunakan gas sebagai fluida sumber panas dan penerimaan uap
cairan Faktof-faktor yang mempengaruhi pengeringan ada 2 golongan yaitu : faktor yang
berhubungan dengan udara pengering seperti suhu, kecepatan udara, kelembapan, dimana
makin tinggi udara pengering makin cepat pula proses pengeringan berlangsung dan faktor
yang berhubungan dengan bahan yang dikeringkan seperti ukuran bahan, kadar air awal
bahan.
Pengeringan dilakukan dengan metode Continuos drying (suatu pengeringan bahan dimana
pemasukan dan pengeluaran bahan dilakukan terus menerus) dan Direct drying (Pada sistem
ini bahan dikeringkan dengan cara mengalirkan udara pengering melewati bahan sehingga
panas yang diserap diperoleh dari sentuhan langsung antara bahan dengan udara pengering,
biasanya disebut dengan pengeringan konveksi).
Dari hasil penelitian dan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan batuan
phosphat kadar rendah dapat ditingkan menjadi batuan phosphat kadar phosphat tinggi
melalului rekayasa teknik kimia, dan untuk pengeringan yang baik adalah dengan laju alir
antara 100 kg sampai 125 kg, karena mempunyai kadar air yang ideal dan kadar phosphat
yang masih tinggi dan sangat ideal untuk digunakan sebagai pupk phosphat.

Published

2019-06-16