C. PENGARUH BACKFLUSHING DAN KONSENTRASI BIOMASSA LIMBAH CAIR TERHADAP KINERJA BIOREAKTOR MEMBRAN TERENDAM

Authors

  • Agung Rasmito Universitas WR Supratman
  • Badryah . Universitas WR Supratman

Abstract

Pengolahan limbah cair umumnya menggunakan sistem lumpur aktif untuk mendegradasi limbah organik. Dalam proses lumpur aktif, terdiri dari tangki aerasi dan tangki sedimentasi khususnya tangki sedimentasi yang membutuhkan lahan luas dan waktu operasi yang lama. Bioreaktor Membran terendam (BRMt) merupakan salah satu alternatif pengganti sistem lumpur aktif yang memiliki kelemahan-kelemahan tersebut. Tetapi, dalam BRMt masalah fouling menjadi masalah utama proses separasi membran yang terjadi pada permukaan membran sehingga dapat menurunkan kinerja membran dan mempengaruhi kualitas hasil effluent. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh backflushing terhadap kinerja BRMt dan pengaruh MLSS serta beban COD umpan dalam mendegradasi COD limbah cair domestik Membran yang digunakan adalah Hollow Fiber dari Polyakrilonitril, diameter pori 0.1-0.01µm, luas permukaan 0.08 m2, HRT 5 jam, tekanan 10 cmHg, diffuser dipasang dengan  kecepatan udara 12 l/jam. Volume operasi BRMt 50 liter, konsentrasi lumpur aktif 3000 dan 10000 mg/l, serta menggunakan konsentrasi umpan limbah sintetis yang bervariasi antara 500 dan 1000 mg/l, , dan lama backflushing 5 dan 15 menit. Pemasangan diffuser digunakan sebagai pensuplay oksigen serta dapat memperkecil fouling. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan penurunan keadaan COD secara maksimal. Persentase removal COD yang didapat pada saat konsentrasi lumpur  3000 mg/l dengan konsentrasi COD umpan 500 dan 1000 mg/l yaitu sebesar 86.5% dan 88.1% (lama backflushing 5menit); 85.2% dan 86.0% (lama backflushing 15 menit). Sedangkan untuk konsentrasi lumpur 10000 mg/l dengan konsentrasi COD umpan yang sama dapat menurunkan COD yaitu sebesar 98.1% dan 97.9% (lama backflushing 5menit); 99.3%, dan 97.6% (lama backflushing 15 menit). Dengan penerapan teknik backflushing dapat  menurunkan konsentrasi COD hingga 99%. Flux membran relatif stabil untuk konsentrasi lumpur rendah sedangkan untuk konsetrasi lumpur tinggi peranan membran sangat membantu memperoleh hasil effluen yang maksimal.

Published

2018-06-18